Share It

Selasa, 26 Juni 2012

“ KONFIGURASI JARINGAN MODEM ADSL ”

“ KONFIGURASI JARINGAN
MODEM ADSL ”


Konfigurasi jaringan ADSL Speedy

Ini adalah Konfigurasi jaringan ADSL Speedy melalui jaringan telepon. Agar jaringan telepon dapat digunakan untuk mendukung layanan ADSL Speedy, maka ada beberapa komponen yang perlu ditambahkan pada jaringan seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut :



Gambar : Konfigurasi jaringan ADSL Speedy melalui jaringan telepon

Penjelasan Bagian-bagian pada Gambar :
Terbagi menjadi 2 sisi : Pada sisi komputer dan sisi sentral

A. Sisi Komputer
1.      Perangkat Komputer

Perangkat komputer memiliki fungsi antara lain untuk melakukan browsing dan setting modem. Spesifikasi minimum untuk layanan Speedy:
1. Pentium II 450 MHz.
2. Memory (RAM) sebesar 64 MByte.
3. Hardisk dengan kapasitas 2 GByte.
4. Dapat menggunakan sistem operasi Windows atau Linux.
5. Memiliki aplikasi untuk browsing seperti Internet Explorer.

Untuk memantau pemakaian Speedy secara mudah, PT.Telkom menyediakan aplikasi Speedy Alert System untuk dijalankan pada perangkat komputer. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengetahui informasi pemakaian Speedy (Usage) secara realtime sesuai dengan quota yang dimiliki dan untuk mengetahui informasi tagihan pada periode sebelumnya.
2.       Modem ADSL
Modem ADSL digunakan untuk melakukan demodulasi data dari sentral
data downstream) dan melakukan modulasi data menuju sentral (data upstream).
Standar modem yang digunakan untuk layanan Speedy adalah ADSL G.922.1
(standar ITU). Modem ADSL terdiri dari beberapa jenis yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Ø  Jenis modem berdasarkan fungsinya

1. Modem Router
Pada modem ini akan terjadi proses routing untuk menentukan jalur paket data yang melewati modem. Satu modem dianggap sebagai satu user sehingga user ID dan passwor disetting di modem. Dapat digunakan untuk penggunaan lebih dari satu komputer secara share tanpa perangkat tambahan.

2. modem Bridge
Modem ini hanya berfungsi sebagai penghubung (melakukan modulasidemodulasi
data) antara jaringan dengan perangkat komputer. Definisi satu user ditetapkan pada perangkat komputer sehingga user ID dan password disetting di komputer.
Untuk penggunaan lebih dari satu komputer, maka harus digunakan HUB/Switch setelah melalui modem. Dalam implementasinya, untuk terhubung ke jaringan harus melakukan proses dial-in terlebih dahulu, yaitu suatu proses dimana perangkat komputer “meminta” kepada sentral agar dapat dihubungkan ke jaringan internet.

Ø  Jenis modem berdasarkan instalasinya

1. Internal Modem
Merupakan piranti yang berbentuk card yang terpasang pada motherboard komputer yang berfungsi sebagai modem ADSL. Jadi modem ini sifatnya berada di dalam

2. External Modem
Adalah modem yang sifatnya berada di luar perangkat komputer (external). Jadi modem ini merupakan suatu piranti tersendiri yang dipasang terpisah dari perangkat komputer. Biasanya modem ini dilengkapi dengan kabel atau interface
(UTP/USB) untuk menghubungkan komputer dengan modem.

3.      Splitter
Splitter digunakan untuk memisahkan sinyal suara dan data agar sinyal suara dapat diterima ke pesawat telepon dan data dapat diterima ke perangkat komputer. Splitter memiliki tiga interface, yaitu line/wall, phone terminal dan modem/ADSL. Interface line/wall, phone terminal dan modem/ADSL menggunakan port untuk socket RJ-11.

1. Line/Wall
Merupakan port untuk sambungan dari jaringan akses (roset pada saluran telepon). Port ini sebagai masukan ke splitter.

2. Phone/Terminal
Merupakan port untuk sambungan ke pesawat telepon. Port ini merupakan keluaran dari LPF yang hanya melewatkan sinyal suara.

3. Modem/ADSL
Merupakan port sambungan ke modem ADSL. Port ini merupakan keluaran dari HPF yang hanya melewatkan data.

4.      Connector
Connector digunakan untuk menghubungkan dua perangkat agar dapat
saling berkomunikasi. Ada beberapa jenis connector yang digunakan pada jaringan ADSL Speedy, yaitu:

ü  RJ-11
Untuk RJ-11, pada socket terdapat enam pin, namun connector ini hanya
menggunakan dua pin. Connector ini digunakan untuk mengkoneksikan:
Pesawat telepon ke splitter
Splitter ke modem ADSL
Saluran (line) telepon ke splitter

ü  RJ-45
RJ-45 terdiri dari 8 pin dan digunakan untuk pengguna yang menggunakan
ethernet card. Connector ini terdiri dari dua macam konfigurasi, yaitu:

1. Straight-through
Pada konfigurasi ini, kedua socket connector memiliki pola pin yang sama.
Connector jenis ini digunakan untuk menghubungkan :

HUB/Switch dengan modem ADSL
HUB/Switch dengan komputer

2. Crossover
Pada konfigurasi ini, kedua socket connector memiliki pola pin yang yang bersilangan pada pin 1,2,3 dan 6. Connector jenis ini digunakan untuk menghubungkan :
HUB/Switch dengan HUB/Switch
Komputer dengan komputer
Modem dengan modem

ü  USB (Universal Serial Bus)
Connector ini digunakan untuk mengkoneksikan modem ADSL dengan perangkat komputer yang menggunakan USB card. Biasanya diperlukan driver agar USB dapat digunakan pada perangkat komputer.

ü  802.11 (wireless)
Jenis connector ini tidak membutuhkan kabel. Pada modem akan terdapat antena transceiver sedangkan pada perangkat komputer dipasang wireless access.

B. Perangkat di Sisi Sentral
1.      DSLAM
Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM) adalah konfigurasi perangkat X-DSL yang secara fisik modem sentralnya berupa card module yang berisi banyak modem sentral. DSLAM sebagai modem sentral dapat berisi berbagai jenis teknologi X-DSL (ADSL, SDSL, HDSL, G.Lite, dll). DSLAM merupakan perangkat yang dipasang di setiap sentral. DSLAM terdiri dari beberapa jenis yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:




· Jenis DSLAM berdasarkan kapasitas
Stand alone (Back to Back)
Mini DSLAM
Compact
Modular
Standard Density
High Density
Ultra Density
Extreme Density

· Jenis DSLAM berdasarkan lokasi
Indoor
Outdoor

· Jenis DSLAM berdasarkan aplikasi
IP DSLAM
ATM DSLAM

Dalam jaringan ADSL Speedy, DSLAM memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Melakukan fungsi splitter untuk memisahkan sinyal suara dan data. Sinyal suara diteruskan ke sentral PSTN (Public Switch Telephone Network) dan data diproses di DSLAM.

2. Melakukan modulasi dan demodulasi data dalam berhubungan dengan modem ADSL.

3. Melakukan fungsi multiplexing dan demultiplexing port pelanggan untuk berhubungan dengan network data. DSLAM mengumpulkan sinyal dari banyak modem pengguna untuk kemudian diteruskan ke network data dengan multiplexing dan juga melakukan demultiplexing data dari network data untuk kemudian diteruskan ke modem pengguna.
4. Melaksanakan fungsi paketisasi data dari pelanggan ke format ATM / frame
ethernet dan sebaliknya.

5. Mengirimkan data menuju BRAS dan menerima data dari BRAS.

6. Mengatur kecepatan upstream dan downstream dari modem ADSL sampai DSLAM.

2.      SWITCH AGREGRATOR
Perangkat ini memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Sebagai gateway atau titik interkoneksi jaringan ethernet / ATM dari DSLAM
dan BRAS.

2. Melakukan pengiriman paket data dengan format IP dari DSLAM ke BRAS dengan menggunakan transmisi gigabit ethernet.

3. Titik penyambungan / switching (cross connect) antara DSLAM dan BRAS.

4. Melakukan multiplexing data dari banyak DSLAM.

3.      BRAS
Broadband Remote Access Server (BRAS) memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Melakukan fungsi point to point protocol (PPP). Untuk DSLAM berbasis ATM digunakan PPPOA dan untuk DSLAM berbasis ethernet digunakan PPPOE.

2. Melakukan fungsi routing untuk menghubungkan pelanggan ke ISP (Internet Service Provider). Layanan Speedy terhubung ke TelkomNet sebagai ISP.

3. Melakukan IP management.

4. Melakukan fungsi network accounting untuk memonitor pemakaian pelanggan. Fungsi ini dilakukan secara bersama dengan RADIUS.

5. Melakukan fungsi security untuk melindungi jaringan (network). Hal ini dilakukan salah satunya dengan menyandikan user password saat dilewatkan dalam jaringan untuk menghindari adanya penyalahgunaan user password.

4.      RADIUS
Remote Authentication Dial In User Service (RADIUS) memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Melakukan fungsi authentication Adalah proses pengidentifikasian pengguna melalui user name, password dan calling number.

2. Melakukan fungsi authorization Adalah fungsi untuk melayani akses pengguna sesuai dengan service level yang digunakan.

3. Melakukan fungsi accounting Adalah fungsi untuk melaukukan proses billing dan informasi penggunaan dari pengguna.

5.      KABEL PRIMER
Kabel primer atau main feeder adalah kabel yang berbentuk ukuran yang sangat besar biasa digunakan untuk pemakaian pada local loop dan biasanya terdiri dari 3600 pair kabel. dari sentral kabel primer dikeluarkan menuju ke rumah kabel, penghubung kabel biasanya melalui bawah tanah atau dipendam yang menghubungkan panel-panel pada bagian bawah rumah kabel. Jumlah pair dalam kabel primer sebanyak 2/3 dari perkiraan total kabel sekunder yang diterminasi dalam rumah kabel untuk demand lima tahun. Aplikasi tanam lansung pada kabel primer cocok diterapkan pada daerah relatif stabil dengan ukuran demand kurang dari 300 pair maksimal 1400 pair. Ada aplikasi duct (pipa yang di cor beton) pada kabel primer cocok diterapkan pada daerah yang tidak setabil seperti rawan penggalian atau pembongkaran. Demand dalam satu cabang harus diatas dari 300 pair, ketahanan kabel atau duct harus mencapai 10 tahun, dan memiliki kapasitas duct smpai lima tahun.[12] Untuk penggunaan aplikasi duct pada kabel primer diperlukan konstruksi handhole dan manhole yang berguna untuk menarik kabel. Handhole dan manhole diletakan pada trotoar jalan yang mudah dijangkau dan memiliki panjang maksimum 150 in dan 240 tn untuk rute jalur yang berbelok.

6.      RUMAH KABEL (RK)
Rumah kabel adalah bagian yang terpenting dalam jaringan kabel telepon antara pesawat pelanggan dengan sentral yang terpasang di pinggir jalan, trotoar sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan. Penempatan rumah kabel biasa dijumpai di pinggir jalan yang ketinggian rumah kabel tersebut 50 cm di atas permukaan tanah. Rumah kabel adalah sebagai tempat untuk memecahkan sambungan menjadi ratusan pair pada kabel pelanggan. Rumah kabel berasal dari kata rumah dan kabel adalah rumah yang memiliki bentuk berukuran kecil sebagai tempat pendistribusian kabel telepon atau kabel listrik.

7.      KABEL SEKUNDER
Kabel sekunder atau branch feeder adalah kabel yang memiliki versi yang berbentuk ukuran lebih kecil dari kabel primer. Kapasitas kabel ini lebih sedikit bila dibandingkan dari kabel primer. penghubung kabel ini hanya sebatas pada rumah kabel yang satu dengan rumah kabel yang lain. Distribution point menerima jumlah pair yang tidak tetap sehingga mempengaruhi dalam menentukan ukuran kabel sekunder, estimasi kabel sekunder adalah untuk demand lima tahun. Pengakumulasian jumlah pair yang terdistribusikan sepanjang rute kabel sekunder sebanyak 200 pair lebih baik menggunakan layanan per 100 pair. Pengaplikasian kabel sekunder ada yang terpasang di udara dan yang terpendam di dalam tanah. kabel yang berada di udara atau kabel udara biasa diterapkan rute daerah temporer dengan kepadatan demand yang rendah atau lokasi tanah yang susah digali. Sehingga perlu ada tiang-tiang utama, tiang penyokong, tiang percabangan dan lain-lain dalam jaringan kabel sekunder. Jarak tiang yang satu dengan tiang lain adalah empat puluh meter dan dilarang melebihi dari 55 meter. Ketinggian tiang atau panjang tiang antara tujuh sampai sembilan meter dengan lengkungan kabel 4,5 m sampai enam meter jika melintasi jalan. percabangan kabel pada tiang maksimum empat cabang dan harus terkonsentrasi dalam penyambungan kabel. Sedangkan kabel yang terpendam di dalam tanah atau kabel tanam jika kondisi geografis tanah stabil atau mudah digali.

8.      DROP WIRE (DW)
Saluran Penanggal (Drop Wire) adalah bagian dari jaringan kabel telepon yang dipasang mulai dari Kotak Pembagi (KP) sampai ke Kotak Terminal Batas (KTB) di  rumah Pelanggan. Saluran ini bisa berupa atas tanah maupun saluran bawah tanah. Saluran Penanggal (Drop Wire) adalah saluran berupa kabel dengan kapasitas 1x2 atau 2x2, berdiameter 0,6 / 0,8 / 1 / 1,2 mm. 




















TEKNOLOGI ADSL
Pada penyebaran jaringan akses internet, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah saluran akses antara pelanggan dan jaringan. Dengan milyaran potential endpoint world wide, prospek pemasangan kabel baru untuk setiap pelanggan baru nampak menakutkan. Hal inilah yang mendorong munculnya pemikiran untuk mengeksploitasi jaringan yang telah ada. Jaringan telepon adalah satu-satunya pilihan yang tepat karena jaringan telepon yang telah banyak digunakan saat ini sudah sangat luas dan mencakup hampir seluruh wilayah. Jaringan telepon yang telah ada saat ini menggunakan media kabel tembaga twisted pair untuk membawa sinyal-sinyal suara. Frekuensi efektif suara manusia hanya berkisar pada 300 Hz sampai 3400 Hz. Pada jaringan telepon, sinyal-sinyal suara ditransmisikan melalui kabel tembaga dengan lebar frekuensi 4 KHz (dari 0 sampai 4 KHz). Padahal spektrum frekuensi yang dimiliki kabel tembaga bisa mencapai 1104 KHz. Dengan kapasitas sebesar ini tentunya masih banyak “ruang” yang tersedia jika hanya digunakan sebagai jalur voice (suara). “Ruang” inilah yang digunakan untuk mengirimkan data berkecepatan tinggi untuk mendukung layanan akses internet. Teknologi yang telah ditemukan saat ini untuk
merealisasikan hal tersebut adalah teknologi Digital Subsrciber Line. DSL
memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah ADSL.

DEFENISI ADSL

ADSL (Asymmetrical Digital Subscriber Line) adalah teknologi modem yang memungkinkan data atau sinyal digital berkecepatan tinggi ditransmisikan melalui jaringan akses tembaga eksisting (jaringan telepon). ADSL bekerja dengan memanfaatkan frekuensi yang tidak digunakan untuk POTS (Plain Old Telephone Service) – POTS adalah layanan yang berhubungan dengan aplikasi dan teknologi voice-band seperti telepon, caller identification, call waiting, analog facsimile dan analog modem-- pada kabel tembaga eksisiting. ADSL memiliki karakteristik asymmetric dimana kapasitas downstream (aliran data dari sentral ke pelanggan) lebih besar daripada kapasitas upstream (aliran data dari pelanggan ke sentral). Dalam akses internet, sebagian besar transmisi user merupakan suatu transmisi pesan-pesan singkat seperti alamat web atau e-mail sedangkan transmisi downstream melibatkan sejumlah besar data termasuk gambar dan video. Dengan kata lain pengguna internet akan lebih banyak mengambil (download) data dari Internet daripada mengirim (upload) ke internet sehingga kecepatan downstream harus lebih tinggi daripada kecepatan upstream. Jadi karakteristik asymmetric pada ADSL sangat sesuai dengan persyaratan untuk akses internet. beberapa bit data.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ADSL
Layanan ADSL Speedy memiliki kelebihan sebagai berikut :
1. Layanan ADSL Speedy menggunakan jaringan telepon yang sudah ada sehingga tidak perlu menambah saluran baru.
2. Jika pengguna telah memiliki sambungan telepon, maka biaya pemasangan akan lebih rendah.
3. Dengan adanya pemisahan antara jalur sinyal suara dan data, maka pengguna dapat menggunakan telepon sambil tetap terhubung ke internet.
4. Karakteristik transmisi asymmetric yang dimiliki ADSL sangat sesuai untuk kebutuhan akses internet.
5. Saluran telepon dari pengguna ke sentral merupakan saluran yang bersifat dedicated sehingga tidak terjadi share line pengguna lain dan kestabilan koneksi akan lebih terjamin.
6. Kecepatan akses yang lebih tinggi daripada menggunakan modem analog. Layanan ADSL Speedy memiliki kekurangan sebagai berikut :
1. Kecepatan akses internet Speedy akan tergantung pada kualitas jaringan. Jika kualitas kawat tembaga pada jaringan kurang bagus, maka kecepatan akses
akan rendah
2. Semakin besar jarak pengguna dari sentral maka kecepatan akses akan
semakin rendah.
3. Layanan ADSL Speedy hanya dapat menjangkau pengguna dalam radius 5 km saja.



DAFTAR PUSTAKA

1. Materi Training Speedy Teknika. TELKOM Training Centre. 2007.
2. Parameter Pengukuran dan Broadband Access. TELKOM Training Centre.
3. Basic Technology x-DSL. PT.TELKOM.
4. Fungsi dan Karakteristik Network Element. TELKOM Training Centre. 2007.
5. O&M SETUP ADSL. TELKOM Training Centre. 2007.
6. Stallings,William. Dasar-Dasar Komunikasi Data. Jakarta : Salemba Teknik. 2001.
7. Agustina, Ellisa. ADSL: Teknologi Jaringan Internet Broadband Berbasis Multimedia. 2005






Tidak ada komentar :